SEJARAH PERJALANAN KAMI”
Sabtu 4 januari dimana kita berkumpul di Aula FITK untuk melakukan Pembekalan untuk kegiatan praktek lapangan persekolahan yang nantinya dilakukan di kota Manado, saya berada di kelompok satu dan hanya saya dan friska yang saling mengenal dikelompok tersebut,dan akhirnya memberanikan diri untuk lebih dekat lagi dengan teman sekelompok saya. Semua peserta disuru untuk membuat narasi semasa SMA sabanyak 500 kata, dan untuk membuatnya saya membuat narasi yang begitu mudah untuk menggali kenangan – kenangan yang tersimpan rapi dan sulit untuk dilupakan dikarenakan masa yang paling sulit dilupakan yaitu masa – masa sekolah SMA.
Tanggal 14 januari pukul 06:00 semua peserta praktek lapangan persekolahan atau PLP 01 Manado berkumpul di masjid Baiturahim Limboto untuk melakukan sholat berjamaah sehingga di perjalanan nanti tiada halangan apapun dan dilindungi dari marabahaya.Dan setelah sholat perjalanan kita diawali dengan bismillah dan akhirnya selama perjalanan kita tidak mengalami hambatan atau pun masalah lainya, tepat jam 11 : 35 kita mampir di rumah panitia yang berada di Bolmut untuk istirahat sejenak dan makan siang, setelah makan siang kita melakukan sholat dzuhur bersama dan selesainya sholat kita pamit ketuan rumah dan melanjutkan perjalanan yang masih jauh lagi. Waktu menunjukkan pukul 18:00 dan akhirnya kami berhenti di depan mesjid untuk sholat magrib setelah sholat kami melanjutkan perjalanan yang sudah tidak lama sampai,beberapa jam kemudian kami sampai di tujuan dengan selamat dan langsung di sambut dengan makanan dikarenakan sudah mengalami kelaparan selama diperjalanan. Selesai makan kita berbegegas kekamar untuk bersih – bersih dan beristrahat.
Keesokan harinya kelompok kami melakukan observasi dan di tengah perjalanan bis yang kita naiki mengalami keganjalan yaitu dengan salah mengambi ljalan, jalan yang kita lewati sulit untuk bis besar lewati dan akhirnya ada salah satu warga yang mau menolong dan membuka pintu pagarnya sehingga mudah untuk bis lewati, dan untuk kesekian kalinya bis kita mengalami mogok, saya dan teman – teman kecewa akan kelakuan supir bis dikarenakan dia hanya santai dan berdiam diri di samping jalan tidak peduli dengan kami peserta yang sudah gelisah dan memikirkan bagaimana cara sehingga kita sampai ditempat tujuan dengan tepat waktu. Se jam kemudian ada teman saya menelfon bis lain untuk bisa menjemput kita dan lima menit kemudian bis itu sampai di tempat, saya dan teman – teman bergegas menuju kesekolah untuk melakukan observasi. Min 2 Manado yah itu adalah tempat sekolah yang saya dan teman – teman melakukan observasi, dimana disekolah tersebut saya mendapatkan banyak pelajaran. Yaitu dengan mewajibkan siswa – siswinya untuk melakukan sholat wajib dan sholat sunnah, siswasiswi Min 2 manado diwajibakan untuk melakukan sholat sunnah Dhuha disetiap harinya dan melakukan kelas Les mengaji di saat waktu istirahat, padahal anak seusia mereka saya piker sulit untuk diatur melakukan hal tersebut tetapi yang saya temukan lain dari dugaan. Dan jarang untuk saya temukan sekolah yang mewajibkan untuk melakukan hal – hal yang berbaur dengan keislaman, untuk menyuruh siswa sholat wajib pun sulit apalagi melakukan sholat – sholat sunnah. Dan disekolah tersebut saya menemukan siswa yang katanya siswa tersebut dikenal sebagai siswa paling nakal, awalnya saya tidak percaya bahwa dia siswa bandel dan akhirnya dia mendorong saya , dan saya pun hampir terjatuh dan seorang guru datang menghampiri dan memanggil siswa tersebut untuk memarahinya.
Selesainya observasi praktek lapangan persekolahan tujuan kita selanjutnya yaitu berkunjung ke kampus IAIN Manado kebetulan sekolah yang kita melakukan observasi sulit untuk bus besar masuki dan jalan satu – satunya saya dan teman – teman naik bentor untuk menuju ketempat parkiran bus. Sesampainya di tempat parkiran bus dan ternyata bus yang menjemput kita yaitu bus yang awalnya kita naiki yaitu supir yang lalot, tanpa disadari tempat duduk saya berada dibelakang supir tersebut dan saya tidak menyadari itu………..
Sampainya di kampus IAIN Manado ternyata bus yang kita naiki yang sampai terakhir dari bus – bus lainya, sehingga teman – teman yang berada di bus lain sudah selesai makan siang dan melanjutkan kegiatan debat bersama mahasiswa IAIN Manado apalah daya kami yang baru saja sampai di kampus bergegas kekantin untuk makan siang dan beristrahat sejenak, selesainya kegiatan debat antara kampus IAIN Manado dan IAIN Gorontalo tujuan kita selanjutnya ke kawasan untuk santai dan menghirup udara manado, ditengah perjalanan bis melewati kawasan dan takut masuk ke wilayah kawasan dikarenakan membayar parker dan akhirnya dia meneruskan perjalanan kejembatan Soekarno dan sampainya di jembatan ternyata hanya bis kita yang berada di jembatan tersebut, lalu panitia yang berada di kelompok kami menelfon panitia lainya menanyakan keberadaan mereka dan ternyata mereka berada di kawasan, Semenit kemudian supir bus mengatakan tidak bisa kita melewati jalan dengan memutar haluan harusnya dengan memutar kejalan lain lagi dan memakan waktu yang banyak, maksud supir tersebut kita peserta jalan kaki menuju kekawasan, mau tidak mau saya dan teman – teman pergi kekawasan dengan jalan kaki dan untuk kesekian kalinya lagi supir bi situ membuat kita marah dan merasa tidak nyaman lagi untuk naik di bus yang supir busnya yang begitu lalot, Sampainya kita di kawasan saya dan teman – teman mengeluh keteman – teman lainya dan akhirya saya dan dua teman lainya pulang naik bus lain tidak lagi naik di bis yang awalnya kita naiki. Di saat kita berada di lokasikawasansayadanteman – temanlainyaberjunjungketoko – toko yang ada di sekitarkawasandan kami masukkesalahsatutokoyaituBintangdansayamembeli case hp… selepasdaritokokitaberkumpul di pinggirjalanuntukmakanmalambersama, selesaimakanmalamkitabergegaspulanguntukistirahatdantahunya air di asrama haji tidak mengalir dan akhirnya saya danteman – teman mengantri mandi di kamar mandi yang dekat dengan masjid, antri demi antri dan akhirnya saya juga selesai mandi dan ada salah satu teman saya mengajak jalan – jalan keluar asrama haji untuk menghirup udara malam dan makan bakso.
Setelah selesai makan kami pun bergegas balik ketempat penginapan kami, sesampainya di asrama tak banyak lagi yang kami lakukan karena merasakan capek yang kami alami. Hingga akhirnya kami langsung tertidur pulas.
Pagi hari tepatnya pada tanggal 16 januari 2020, yang menjadi hari kedua dari perjalanan kami. kamipun bergegas pergi guna menjalankan tujuaan kami mendatangi kota ini. Tempat yang kami datangi pertama yaitu Mantos, disana begitu banyak yang kami lakukan. Dari mengambil gambar, jalan-jalan sambil memandang sesuatu yang indah yang begitu memanjakan sambil menantikan waktu makan siang kami. rasa cepekpun mulai kami rasakan, hingga akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat. Beberapa waktu berselang, kamipun mulai merasakan lapar. Kami mencari sesuatu yang bisa mengganjal rasa lapar kami untuk sementara. Tak lama kemudian makanan kami pun tibah. Setelah kami selesai makan , kami menuju tempat yang menjadi tujuan terakhir kami yaitu di danau Linau. Perjalanan kami untuk menempuh danau tersebut ternyata tidak sedekat yang saya pikirkan. Ya…. Cukup melelahkan sih, karena perjalananya sampai berjam-jam. Sampai saya pun tertidur saat menikmati perjalananku yang cukup panjang. Beberapa jam kemudian, saya pun terbangun dari tidur ku. Dan ternyata kamipun telah tiba pada tujuan kami.
Sesampainya kami di danau linau, ternyata rasa capek kami terbalaskan dengan keindahan alam yang begitu mempesona. Dengan suasana yang begitu alami, hingga rasanya saya ingin berlama-lama di tempat itu. Begitu banyak yang kami lakukan di danau itu, dari menikmati alam, bersantai, dan melakukan sesuatu yang tidak harus dilewatkan yaitu mengabadikan tempat tersebut. Dari berfoto bersama teman-teman, sahabat dan semuanya. Begitu banyak waktu yang kami habiskan di tempat yang begitu indah. Beberapa jam kemudian hari pun mulai gelap, menandakan bahwa kami harus kembali ketempat peristirahatan kami. satu persatu peserta mulai naik kedalam mobil, setelah semuanya naik. Bus pun perlahan-lahan meninggalkan tempat wisata tersebut. Rasanya masi ingin kembali ketempat tersebut, tapi sayang perjalanan kami itu menjadi tujuan terakhir kami. beberapa jam berselang, kamipun sampai di tempat peristirahatan. Sebelum tidur kami masi menyempatkan waktu untuk mengemas barang-barangkami, karena keesokan harinya kami akan melakukan perjalanan yang cukup panjang yaitu kembali ke tempat perantauan ku yang sesungguhnya. Setelah selesai mengemas, kamipun beristirahat.
Pagi pun telah tiba, kami bangun dan bersiap-siap menuju bus. Waktu pemberangkatan kamipun tiba, satu persatu perserta naik kedalam bus. Setelah semuanya naik, kamipun berangkat berlahan-lahan meninggalkan kota yang menjadi cerita yang begitu bersejarah bagi kami. begitu banyak kisah yang terjadi dalam perjalanan panjang kami.
Akhirnya, kamipun sampai di kota perantauan ku. Kami mulai turun teratur satu persatu dari dalam bus dengan membawa barang bawaan kami. perlahan-lahan jemputan mulai berdatangan, sayangnya saya dan kerabat ku tak ada yang datang menjemput. Karena tempat tinggal kami tidak jauh dari tempat kami di turunkan. Sampainya di tempat peristirahatan ku, rasanya aku ingin berlarut-larut dalam tidur. Bahkan kutak ingin ada yang mengganggu tidur ku.

Komentar
Posting Komentar